|
Jakarta - Mahalnya mobil berteknologi hybrid memaksa pemegang merek Honda di Indonesia, Honda Prospect Motor (HPM) membatasi pemasaran mobil bermesin ganda tersebut di 2010. Dari sebanyak mobil Hybrid yang coba diluncurkan di Indonesia salah satunya oleh kompetitor terberat Honda yakni Toyota, Honda hanya mencoba meluncurkan mobil hybrid pada 2007 lewat Civic hybrid. "Indonesia saat ini belum siap menerima mobil berteknologi canggih itu, alasannya sangat sederhana yakni karena masyarakat belum mengerti tentang mobil hybrid," kata Direktur Marketing HPM, Jonfis Fandi kepada detikOto, Minggu (10/1/2010). Namun Honda tidak serta merta menerima kenyataan itu dan putus asa membiarkan ketidaktahuan masyarakat. Untuk itu HPM mencoba menambah pengetahuan masyarakat Indonesia dengan mengadakan kegiatan atau seminar tentang mobil berteknologi hybrid. Salah satu target Honda tentang hal itu adalah mahasiswa di Jakarta. Alasannya mahasiswa saat ini gampang menerima teknologi tersebut terlebih besar rasa penasarannya tentang mobil berteknologi mesin ganda tersebut. "Tetapi kita tidak putus asa, untuk itu kita sering mengadakan seminar tentang mobil hybrid salah satunya mahasiswa di Jakarta dan untuk kedepannya kita coba ke daerah-daerah. Selain itu kita juga menggiatkan ke masyarakat umum agar lebih meluas ilmu tentang hybrid," ungkap Jonfis. Sementara menanggapi minimnya mobil hybrid yang Honda luncurkan di Indonesia bukan berarti HPM tidak mencoba meluncurkan mobil lainnya di 2010. Saat ini Honda tengah mempersiapkan mobil-mobil baru di 2010. "Ada beberapa unit mobil baru di 2010 diantaranya yaitu Honda CR-V facelift, Honda New Odyssey 2.400 cc dan jenis lainnya yakni sedan," ungkapnya.
Di tengah serbuan hybrid dari Toyota, Honda baru memasarkan satu varian hybrid saja di tanah air yakni Civic hybrid. Honda pun masih enggan untuk menambah varian hybrid ke tanah air. Selain mahal, yang menjadi masalah adalah masyarakat Indonesia belum mengerti teknologi kendaraan tersebut. Mahalnya mobil berteknologi hybrid memaksa pemegang merek Honda di Indonesia, Honda Prospect Motor (HPM) membatasi pemasaran mobil bermesin ganda tersebut di 2010. Di sisi lain, pasar mobil bermesin ganda itu kurang menunjukkan geliat di pasar mobil nasional. Dari sekian banyak mobil Hybrid yang coba diluncurkan di Indonesia salah satunya oleh kompetitor terberat Honda yakni Toyota, Honda hanya mencoba meluncurkan mobil hybrid pada 2007 lewat Civic hybrid. "Untuk sementara kita tidak ada rencana untuk pasarkan mobil hybrid selain di 2007 lalu dengan sedan Civic hybrid. Indonesia saat ini belum siap menerima mobil berteknologi canggih itu, alasannya sangat sederhana yakni karena masyarakat belum mengerti tentang mobil hybrid," kata Direktur Marketing HPM, Jonfis Fandi, Minggu (10/1). Jonfis pun berkilah karena konsumen Indonesia kurang tertarik dengan mobil hybrid dengan alasan mahal, yang akhirnya membuat pasar mobil berteknologi mesin ganda itu tidak berkembang. Namun Honda tidak serta merta menerima kenyataan itu dan putus asa membiarkan ketidaktahuan masyarakat. Untuk itu HPM mencoba menambah pengetahuan masyarakat Indonesia dengan mengadakan kegiatan atau seminar tentang mobil berteknologi hybrid. Salah satu target Honda tentang hal itu adalah mahasiswa di Jakarta. Alasannya mahasiswa saat ini gampang menerima teknologi tersebut terlebih besar rasa penasarannya tentang mobil berteknologi mesin ganda tersebut. "Tetapi kita tidak putus asa, untuk itu kita sering mengadakan seminar tentang mobil hybrid salah satunya mahasiswa di Jakarta dan untuk ke depannya kita coba ke daerah-daerah. Selain itu kita juga menggiatkan ke masyarakat umum agar lebih meluas ilmu tentang hybrid," ungkap Jonfis. Sementara menanggapi minimnya mobil hybrid yang Honda luncurkan di Indonesia bukan berarti HPM tidak mencoba meluncurkan mobil lainnya di 2010.Saat ini Honda tengah mempersiapkan mobil-mobil baru di 2010. "Ada beberapa unit mobil baru di 2010 di antaranya yaitu Honda CR-V facelift, Honda New Odyssey 2.400 cc dan jenis lainnya yakni sedan," ungkapnya. (Detik)
|